Senin, 14 November 2022

Rumah Tangga Ibarat Kopi "Zakarias Dang Tuati & Efronita Kolis" Kata MC Apdon Tanesib, S. Pd

Berumah tangga itu ibarat ngopi. 
Takarannya gak melulu pas. Kadang manisnya lebih terasa, suatu waktu pahitnya pun dominan. Jangan kau hindari. Nikmati saja hingga suatu saat kau terbiasa. Ketika rumah tanggamu sudah jadi candu bagimu, maka percayalah bahwa tidak ada regukan yg lebih nikmat di luar sana.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Harga kopi di kafe tentu beda dengan harga kopi di warung, meski rasanya sama.
Karena yg dibeli sebenarnya bukan semata-mata kopinya, melainkan suasananya.
Karena itu mahalkanlah suasana rumah tanggamu. Buatlah berkualitas setiap waktu kebersamaanmu.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Jika kau hanya mau manisnya saja, jangan ngopi, tapi minumlah sirup.
Sirup adalah rasa manis yg dinikmati oleh mereka yg memutuskan pilihan hidup single. Gak ada pilihan lain selain manis. Memang manis, tapi tentu saja gak senikmat kopi.
Demikian pula jika kau hanya menikmati sensasi pahitnya saja. Jangan ngopi, tapi minumlah jamu. Nah itulah jomblo๐Ÿ˜๐Ÿ˜.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Para pengopi adalah orang-orang yg terlatih dalam menakar hidup. Istri pemasak airnya, suami baristanya. Dibutuhkan kerja sama yg cermat mulai dari proses hingga hasil.
Orang-orang hanya boleh melihat asap yg mengepul dan aroma yg wangi, tanpa perlu tau gimana berantakannya dapurmu๐Ÿ˜๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Soal rasa yg utama. Nikmatnya ada di permukaan, ampasnya cukup kau sembunyikan, jika perlu endapkan hingga ke dasar terdalam gelasmu. Jangan kau umbar pada siapapun bahkan ke orang-orang terdekatmu. Jika rumah tanggamu ibarat kafe besar, tentu saja konyol membagi rahasia racikanmu๐Ÿ˜๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kadangkala ada pihak ke tiga yg mencampuri, otomatis menambah gurih, tapi bisa pula sebaliknya. Taruhlah seperti krimer atau susu. Jika krimer atau susunya kebanyakan, maka berpotensi mengurangi kenikmatan.
Krimer itu bisa berwujud saudara atau ipar-ipar, sementara susu itu anggap saja mertua.
Campuran lain yg mematikan adalah sianida. Kalo yg ini sudah pasti mantan atau gebetan baru. Maka buang jauh-jauh. Pastikan gelasnya bersih sebelum menuang kopi yg baru.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kau tentu gak sudi jika ada yg mencoba mengaduk kopi di gelas pasanganmu. Tapi sebaiknya kembalikan juga pada dirimu, apa kau yakin tidak pernah menikmati adukan kopi yg dibuat orang lain?
Demikianlah cemburu. Akarnya adalah ketidak nyamanan.
Jangan sepelekan selingkuh-selingkuh kecil, karena ia adalah awal pengkhianatan terhadap kasih sayang.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Jangan berharap kesempurnaan pada segelas kopi yg murahan. Jangan menuntut berlebihan, jika kau sendiri main belakang. Kau tanamkan pada istrimu definisi setia, sementara kau sibuk menjempol foto profil wanita๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.
Jika bersama, kau bermanja-manja, oh my wife.. Oh my wife..
Tapi jika ia tidak ada, kau berasyik masuk dengan bigo live.
Lalu kesetiaan mana yg kau maksud?๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kebanyakan ngopi di kafe, niscaya akan membuatmu merasa hambar pada kopi di rumah. Kebanyakan urusan di luar, biasanya akan membuatmu tidak peka pada masalah internal. Jika istrimu bermuka masam, cari tau jangan hanya diam. Mungkin ia lelah, mungkin pula kau ada salah.

Sekali-sekali, rengkuhlah ia dari belakang, belai rambutnya, dan bisikkan lembut di telinganya:
"Sayang.. Postingan tas yg waktu itu kau jempol di ollshop, sekarang sudah pre order ow. Mau saya transferin?"

Kopi boleh pahit, rumah tanggamu jangan ikut pahit๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜.
Chevano Lover's Saukibe Mengucapkan 
"Selamat Memasuki Rumah Tangga Baru" ๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก

Minggu, 06 November 2022

Jeritan Pilu Guru Honorer Pedalaman Indonesia Timur, Apdon Tanesib, S. Pd

            Jeritan Pilu Guru Honorer
          Pedalaman Indonesia Timur
               Apdon Tanesib, S. Pd
Harus menulis dari mana, ibarat benang kusut, jika ingin membahas tentang guru honorer. Belum ada yang mampu menyelesaikan persoalan guru honorer ini. Puluhan tahun mengabdi, statusnya masih anak tiri, bahkan tidak dianggap sama sekali.

Berbicara tentang guru honorer, hal utama yang disorot adalah penghasilan. Sudah 77 Tahun Indonesia merdeka, namun gaji guru honorer jauh dari kata layak. Bahkan gaji Asisten rumah tangga saja, lebih tinggi dari gaji guru honorer. Padahal, tugas dan tanggung jawab sama, jam kerja sama, tetapi mengapa penghasilannya dimarginalkan?.

Persoalan gaji tidak dapat dipungkiri, guru honorer diupah Rp.300.000 - Rp500.000 tiap bulan. Itupun dibayar tiga atau empat bulan sekali, jika dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa dicairkan. Gaji sebanyak itu mana cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup ditengah bahan-bahan pokok yang terus merangkak naik. Bukannya kami tak bersyukur, tetapi realitas begitu adanya, gaji yang sangat jauh dari kata layak. Kemana guru honorer akan mengadu?.

Guru honorer bukan berarti tidak punya kompetensi dalam test CPNS, malahan nilai test mereka memenuhi passing grade yang telah ditetapkan. Hanya nasib dan keberuntungan yang belum berpihak lantaran harus bersaing dengan banyak kandidat. Kata sabar adalah obat yang paling manjur bagi ribuan guru honorer di Indonesia.

Tahun ini pemerintah berencana merekrut guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Saat informasi ini disampaikan, ibarat angin segar bagi guru honorer, tetapi ada syarat yang harus mereka lengkapi. Seperti harus lulus passing Grade yang telah ditetapkan. Hal ini tentu menjadi momok yang menakutkan bagi guru honorer yang rata-rata umur mereka diatas 35 tahun.

Menjerit pilu, setiap penerimaan CPNS, selalu ada penerimaan khusus untuk atlet-atlet berprestasi, baik prestasi secara nasional maupun internasional. Hal ini tentu menjadi kebanggan bagi mereka karena jasa–jasa mereka sangat dihargai oleh pemerintah dan mereka tidak terlalu bersaing dengan ribuan pelamar lainnya. Yang menjadi persoalan, mengapa penerimaan CPNS jalur prestasi hanya diperuntukkan untuk olahraga saja, sedangkan jalur prestasi yang lain tidak ada penerimaan seperti seni budaya, bidang pendidikan maupun bidang agama. Rasanya tidak adil jika pemerintah hanya menghargai para atlet saja.

Menjerit pilu, menjelang Hari Raya Idul Fitri. Guru honorer hanya bisa menyaksikan euforia guru-guru PNS mendapat Tunjangan Hari Raya yang jumlahnya satu bulan gaji. Guru honorer belum tahu kapan bisa mendapatkan THR. Mereka Hanya bergumam dalam hati, tanpa satupun orang yang tahu, betapa pilu hatinya, bak teriris sembiluh. Setiap menyongsong tahun ajaran baru dalam dunia pendidikan, gelak tawa guru PNS terpancar. Gaji ke-13 masuk ke rekening mereka. Setidaknya bisa digunakan untuk keperluan sekolah anak-anak. Guru honorer lagi-lagi menelan air ludah, ketika berita pencairan gaji ke-13 itu diumumkan.

Dilihat dari segi tuntutan dan tanggung jawab, guru honorer sama dengan guru yang berstatus PNS. Mereka mengajar seperti guru PNS ,membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat media pembelajaran, mengevaluasi hasil pembelajaran. Mereka juga dituntut untuk profesional dalam mendidik dan mengajar peserta didiknya. Yang membedakan guru honorer dengan guru PNS adalah, guru honorer belum mendapat gaji tetap dari pemerintah, jaminan kesehatan, jaminan hari tua, di mana mereka belum mendapatkan itu semua. Guru honorer hanya mendapat gaji dari komite masing-masing sekolah tempat dia mengabdi. Itupun pembayarannya dicicil. Jaminan kesehatan dan jaminan hari tua entah dimana rimbanya.

Tahun 2020, disaat wabah Covid-19 menyerang, pernah satu kali guru honorer mendapat Bantuan Subsidi Upah. Setidaknya bisa meringankan beban mereka, disela ekonomi yang sangat melemah. Tapi sayang di tahun 2021 dan 2022, Bantuan Subsidi Upah bagi guru honorer belum ada kabar. Guru Honorer di Indonesia Timur yang sangat merindukan kebijakan para pemangku kepentingan untuk menengok hal ini. Biaya Transportasi mereka sangat tinggi, belum lagi harus menempuh jalan belasan kilometer ditempuh dengan jalan kaki, harus melewati gunung, jurang bahkan sungai-sungai yang sangat lebar. Ketika musim hujan tiba guru honorer harus berani menyebrangi sungai tersebut walaupun menjadi taruhan nyawa, dan itu semua demi tugas mulia sebagai seorang Pendidik di Perbatasan Indonesia Timur. 

Padahal tunjangan senilai Rp.250.000 per bulan itu sangat diharapkan oleh semua guru honorer. Sedangkan, kebutuhan mereka terus bertambah, karena mereka diharuskan datang ke sekolah, membuat materi untuk pembelajaran daring ataupun Luring, yang semuanya membutuhkan ongkos kuota dan transportasi untuk berkunjung ke kelompok yang dibentuk dirumah siswa. Sedangkan, untuk membeli kuota dan sewa alat transportasi mereka harus hutang sana sini.

Memang belum ada undang-undang yang mengatur berapa gaji yang layak buat guru honorer. Tetapi setidaknya pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan guru honorer. Jangan fokus kepada PNS, yang setiap tahun ada kenaikan gaji hampir 10%. Menarik sekali bagi penulis salah satu spanduk yang ditulis oleh Forum Guru Honorer (FGH) se-Jawa Barat yang berunjuk rasa didepan gedung sate 10 tahun silam. Mereka menuntut agar pemerintah memperhatikan kesejahteraan para guru honorer, memeroleh kesempatan menjadi guru PNS, dan kemudahan akses pembiayaan bagi putra-putri guru honorer. Spanduk itu bertuliskan:

Hymne Guru Honorer

Terpuruklah wahai engkau, Ibu bapak guru, Gajimu takkan menanggung hidupmu, Dalam hari-harimu, Semua baktimu takkan terpikir, Oleh pemerintahmu, Sebagai pengabdi trima gajimu, Tak cukup seminggu, Engkau tak pernah pelitnya, Dalam dunia pendidikan, Engkau patriot pahlawan bangsa, Tanpa imbalan jasa

Di harapkan kepada pemerintah, karena masih dalam suasana kemerdekaan bangsa Indonesia, sudah seharusnya status guru honorer menjadi prioritas utama. Hargailah pengabdian mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun, dengan gaji yang layak. Kumpulkan semua portofolio yang mereka miliki, dinilai dengan baik, terus ambil kebijakan untuk mengangkat status mereka menjadi PNS. Guru honorer harus merdeka dari jasa mereka dengan mencerdaskan anak bangsa.

Dengan adanya Seleksi PPPK Tahun 2022, para honorer sudah bernapas lega. Entah apalah daya jika saat ini kuota Formasi Kabupaten Kupang sama sekali tidak membuka Perekrutan tenaga PPPK dengan alasan kekurangan dana pada APBD Kab. Kupang. 
Nasib honorer Kabupaten Kupang seolah-olah menikmati Kopi tanpa gula. Lantas apa yang seharusnya kami lalukan?
Pengabdian kami sudah cukup membantu kemajuan pendidikan di daerah Kabupaten Kupang. 
Salah satu hal yang sangat menggangu jika wajah Pendidikan di daerah perbatasan Indonesia tidak diperhatikan. Sangatlah penting bagi kita semua untuk mengangkat wajah Pendidikan di daerah perbatasan dengan Negara tetangga. 

Guru-guru perbatasan selalu mendapatkan pujian bahwa kalianlah guru hebat yang yang rela meninggalkan sanak saudara hanya untuk tugas dan pengabdian sebagai guru di daerah perbatasan. 
Begitu banyak jeritan Pilu Guru Honorer di wilayah perbatasan, harus rela menempuh jalan yang berlubang, jalan yang selalu diperhadapkan dengan derasnya sungai saat hujan tiba, bahkan nyawa kami menjadi taruhan ketika berusaha untuk melewati derasnya air sungai. Itu semua demi para generasi penerus bangsa Indonesia. 

Menjelang hari Guru 25 November 2022, kami sangat mengharapkan kepada Pemerintah Daerah untuk kembali dan menengok ke daerah perbatasan, kami juga manusia yang punya rasa, punya kebutuhan hidup, dan ingin diperlakukan sama dengan para guru honorer di kabupaten lainnya. 
Sediakanlah formasi bagi kami para honorer yang sudah mengabdi 5 tahun ke atas. Kami juga sudah cukup berkorban hanya untuk tugas mulia ini.
ANBK 2022 (Perjuangan untuk sama)
Kami siap menampilkan sesuatu di hadapan Bapak/Ibu
Ketika 1 Lembaga Pendidikan di Supervisi Pengawas Sekolah walau semuanya menyandang status honorer sekolah 
Perjuang Ibu Arliyani Takaeb, S. Pd untuk melewati sungai

Rabu, 05 Oktober 2022

Devidson A. Naioes, S. Pd, Gr (Kepala SMAN 1 Amfoang Utara) Merancang sebuah kolaborasi yang solid untuk Pembangunan Jembatan Darurat Bon'asu Afo'an.

๐’๐Œ๐€๐ 1 ๐€๐ฆ๐Ÿ๐จ๐š๐ง๐  ๐”๐ญ๐š๐ซ๐š, ๐Š๐ž๐œ๐š๐ฆ๐š๐ญ๐š๐ง ๐€๐ฆ๐Ÿ๐จ๐š๐ง๐  ๐”๐ญ๐š๐ซ๐š, ๐›๐ž๐ซ๐ฌ๐š๐ฆ๐š ๐–๐š๐ซ๐ ๐š ๐Œ๐š๐ฌ๐ฒ๐š๐ซ๐š๐ค๐š๐ญ ๐ƒ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ง 2 ๐ƒ๐ž๐ฌ๐š ๐€๐Ÿ๐จ'๐š๐ง, ๐Œ๐ž๐ฅ๐š๐ค๐ฌ๐š๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐†๐จ๐ญ๐จ๐ง๐  ๐‘๐จ๐ฒ๐จ๐ง๐  ๐ฆ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ง๐ ๐ฎ๐ง ๐‰๐ž๐ฆ๐›๐š๐ญ๐š๐ง ๐ƒ๐š๐ซ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐๐จ๐ง'๐š๐ฌ๐ฎ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐ž๐ซ๐ฎ๐ฉ๐š๐ค๐š๐ง ๐š๐ค๐ฌ๐ž๐ฌ ๐ฎ๐ญ๐š๐ฆ๐š ๐ฉ๐ž๐ง๐ ๐ก๐ฎ๐›๐ฎ๐ง๐  (๐‰๐š๐ฅ๐š๐ง ๐๐ž๐ ๐š๐ซ๐š) ๐ƒ๐ž๐ฌ๐š ๐€๐Ÿ๐จ'๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง ๐–๐ข๐ฅ๐š๐ฒ๐š๐ก ๐๐ž๐ซ๐›๐š๐ญ๐š๐ฌ๐š๐ง ๐“๐ข๐ฆ๐จ๐ญ ๐‹๐ž๐ฌ๐ญ๐ž, ๐‘๐š๐›๐ฎ, 12/09/2022.
Jembatan Bon'asu merupakan penghubung antara masyarakat dusun 2 Desa Afo'an ke Negara Timor Leste. Banyak masyarakat selama ini terhambat transportasi maupun akses bagi pejalan kaki pun menjadi taruhan nyawa ketika musim hujan tiba. Amfoang secara keseluruhan merupakan Wajah Indonesia sesungguhnya, maka kami sebagai masyarakat sangat mengharapkan pihak pemerintah daerah dapat mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menengok ke Indonesia bagian Timur untuk mengangkat wajah Indonesia yang lebih baik lagi. 

Berhubung dengan terhambatnya akses transportasi maupun pejalan kaki maka Kepala Sekolah SMAN 1 Amfoang Utara/Devidson A. Naioes, S. Pd, Gr dalam keterangannya menyampaikan, dengan adanya kegiatan gotong royong yang dilaksanakan selama tiga hari (07-12 September 2022). Secara tidak langsung akan memupuk rasa tali silaturahmi, persatuan dan persaudaraan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Perbaikan jembatan adalah hasil swadaya warga sekolah, dan masyarakat, dibantu oleh Kepala SMAN 1 Amfoang Utara yang telah menyediakan penggantian bantalan kayu jembatan yang sudah rusak diganti dengan papan yang baru, jumlah yang diperbarui sebanyak 100 lembar.

Dalam pelaksanaan penggantian papan jembatan dilaksanakan secara bergotong royong selain itu juga pihak warga masyarakat dusun 2 turut mengambil bagian dalam kegiatan gotong royong tersebut. 

“Seorang Kepala Sekolah harus mampu merangkul serta menjaga kekompakan masyarakat selaku orang tua siswa agar tercipta kebersamaan untuk saling membantu satu sama lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, Kegiatan seperti ini memang merupakan salah satu wujud dari kedekatan warga sekolah dan masyarakat, dengan bergotong royong maka akan tercipta kebersamaan untuk pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan.

“Kami menargetkan hari ini pembangunan jembatan darurat yang menggunakan penyangga kayu dan batang kelapa bisa dioperasikan,” katanya.

Sementara Kepala Sekolah SMAN 1 Amfoang Utara, Devidson A. Naioes, S. Pd, Gr mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu pembinaan siswa di sekolah dan salah satu bhakti nyata dalam penguatan paradigma kemanunggalan Sekolah dengan rakyat.

“Dan sekaligus sebagai implementasi dari pembinaan teritorial karena hal itu sudah menjadi bagian dari tugas pokok Kepala Sekolah khususnya membantu kesulitan siswa dalam menyebrangi sungai dan muara pada saat musim hujan tiba, karena telah lama anak sekolah harus menyebrangi sungai itu dan ada yang menjadi korban banjir sungai Bon'asu”ungkapnya.
Sementara itu, Salah satu anggota BABIMKABTIBMAS desa Afo'an berharap pembangunan  jembatan darurat yang menghubungkan antar desa dapat cepat terselesaikan sehingga bisa dipergunakan kembali oleh warga sekolah, dan juga warga masyarakat.

“Akses jembatan itu cukup vital untuk menopang kegiatan ekonomi masyarakat, juga anak-anak pergi saat pergi ke sekolah,” ujarnya.

Tak lupa juga ada seorang masyarakat menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memperbaiki Jembatan terutama kepada Kepala Sekolah dan Guru-guru SMAN 1 Amfoang Utara, bersama personil (siswa-siswi), BABINKAMTIKMAS Desa Afoan, Kepala Desa Afo'an dan juga Bintara Pembina Dess (Babinsa) yang selalu mengajarkan kepada warga tentang arti pentingnya kebersamaan.

Dikatakan Salah seorang Babinsa, jembatan ini sangat dibutuhkan warga untuk mendukung roda perekonomian, jika tidak di perbaiki akan menghambat jalannya perekonomian masyarakat desa ke luar daerah, karena menjadi jalur utama laju perekonomian masyarakat. Jembatan terbuat dari kayu dan terlihat sudah tidak bisa digunakan lagi karna lapuk dan patah, sehingga dapat membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas di sungai tersebut.

"Jembatan ini sudah lapuk dan tidak kayak lagi. Babinsa bersama warga dusun 2 Desa Afo'an bergotong royong memperbaikinya dengan material yang baru agar dapat dilewati warga," ujar Babinsa.
“Terima kasih kepada Kepala Sekolah, Bapak/ibu Guru dan siswa-siswi, BABINKAMTIKMAS, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan masyarakat dusun 2 yang sudah bersedia membantu, semangat gotong royong ini adalah bagian dari tradisi bangsa kita yang harus selalu kita jaga dan lestarikan,” ungkap Kepala Desa.

Senada dengan yang dikatakan, ada satu harapan Kepala Sekolah,“Saya berharap warga bisa menjaga dan merawat jembatan ini sehingga bisa berusia panjang dan saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada warga sekolah atas bantuannya sehingga jembatan ini dapat kita gunakan kembali.”pungkasnya.

"Tunaikan Sumpah dan tugas kewajiban sebagai Kepala Sekolah yang sanggup merancang sebuah kolaborasi yang solid untuk mempercepat majunya Pendidikan di Kecamatan Amfoang Utara.

๐Ÿ…Ÿ︎๐Ÿ…”︎๐Ÿ…︎๐Ÿ…ค︎๐Ÿ…›︎๐Ÿ…˜︎๐Ÿ…ข︎ & ๐Ÿ…”︎๐Ÿ…“︎๐Ÿ…˜︎๐Ÿ…ฃ︎๐Ÿ…ž︎๐Ÿ…ก︎ :
๐‘จ๐’‘๐’…๐’๐’ ๐‘ป๐’‚๐’๐’†๐’”๐’Š๐’ƒ, ๐‘บ. ๐‘ท๐’…
๐Ÿ…•︎๐Ÿ…ž︎๐Ÿ…ฃ︎๐Ÿ…ž︎ : 
๐‘ซ๐ž๐ฏ๐’Š๐’…๐’”๐’๐’ ๐€. ๐‘ต๐’‚๐’Š๐’๐’†๐’”, ๐‘บ. ๐‘ท๐’…, ๐†๐ซ

"๐˜–๐˜ฏ ๐˜š๐˜ต๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ ๐˜“๐˜ข๐˜จ๐˜ช" ๐‘‘๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐พ๐‘’๐‘”๐‘–๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž๐‘› ๐‘ƒ๐‘’๐‘ ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ค๐‘– ๐ต๐‘ข๐‘๐‘Ž๐‘ก๐‘– ๐ถ๐‘ˆ๐‘ƒ-๐‘‰ ๐‘‘๐‘– ๐บ๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘—๐‘Ž ๐ธ๐‘™๐‘–๐‘š ๐‘๐‘Ž๐‘–๐‘๐‘œ๐‘›๐‘Ž๐‘ก. ๐‘‡๐‘ข๐‘ก๐‘ข๐‘Ÿ ๐‘€๐‘’๐‘™๐‘˜๐‘–๐‘Ž๐‘  ๐‘€๐‘Ž๐‘›๐‘ข๐‘™๐‘’๐‘ข๐‘ , ๐‘†. ๐‘ƒ๐‘‘ ๐‘ ๐‘Ž๐‘Ž๐‘ก ๐‘…๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘ก ๐พ๐‘œ๐‘œ๐‘Ÿ๐‘‘๐‘–๐‘›๐‘Ž๐‘ ๐‘– ๐‘‚๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ก๐‘ข๐‘Ž.

SD-SMPN 3 Amfoang Barat Laut Satap adalah sebuah lembaga pendidikan yang cukup dikenal di wilayah Amfoang Barat Laut akan kelompok paduan suara anak yang berada di bawah naungan Pelatih "Melkias Manuleus, S. Pd. Kelompok ini merupakan hasil seleksi anak-anak berusia 7–16 tahun dari 2 unit sekolah ini. Kelompok paduan suara ini terus ditingkat dari awal meraih juara 2 pada kegiatan PESPERAWI BUPATI CUP- II di Oelamasi pada Tahun 2015.
Terbentuk beberapa tahun yang lalu, namu ln sempat di ganggu kegiatan latihan olah suara pada saat pandemi 2020 hingga masuk pada akhir tahun 2021, ๐‘ˆ๐‘๐‘Ž๐‘ ๐‘ƒ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘ก๐‘–โ„Ž.

“September 2022 sudah mulai latihan tatap muka bagi kelompok siswa-siswi, dalam kegiatan tersebut anak- anak juga bawa minuman dan kebutuhan latihan masing-masing demi menjaga protokol kesehatan. 

๐”๐”ข๐”ฑ๐”ฌ๐”ก๐”ข ๐”๐”ž๐”ฑ๐”ฆ๐”ฅ๐”ž๐”ซ ๐”“๐”ž๐”ฉ๐”ฆ๐”ซ๐”ค โ„ญ๐”ฌ๐” ๐”ฌ๐”จ

Jadi, Melki menjelaskan, anak-anak akan merekam proses latihan, dari pemanasan, musicality booster, teknik vokal, sampai latihan menghafal lagu. Setelah itu, mereka akan mengunggah klip tersebut dengan pengaturan privat, sehingga hanya bisa diakses guru vokal.

“Kemudian, di-input ke Grup sekolah agar mendapatkan komentar dari rekan guru lainnya yang bersifat membangun terutama pada kekurangan dan kelebihan masing-masing anak bagaimana,”๐‘ข๐‘๐‘Ž๐‘ ๐‘€๐‘’๐‘™๐‘˜๐‘–

Sementara, selama latihan tatap muka, karena harus menjaga jarak demi menaati protokol kesehatan, anak-anak justru berhasil menguasi teknik vokal. “Posisi latihan yang berjarak itu membuat mereka harus mengeluarkan power lebih besar,” ๐‘˜๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž.

Mengingat metode latihan bisa berubah sesuai keadaan, Melki mengatakan, penting untuk menyamakan persepsi dan secara disiplin mengacu pada aturan perencanaan besar yang telah disusun bulan lalu.

๐ด๐‘”๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘Ž ๐‘‡๐‘Žโ„Ž๐‘ข๐‘› ๐‘–๐‘›๐‘– : 
Dengan mempertahankan ritme itu, SD Inpres Puamnasi dan SMPN 3 Amfoang Barat Laut Satap rencananya akan mengikuti kompetisi yang diadakan panitia di Gereja Elim Naibonat, Oktober 2022.“Kami juga akan ada road show, di mana anak-anak akan mulai tampil pada Minggu, 09 Oktober 2022 hingga puncaknya pada tanggal 17-19 Oktober 2022,” ๐‘ข๐‘๐‘Ž๐‘๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž.

Acara inti itu nantinya terselenggara di sebuah gedung berkapasitas seribu orang. Soal penyelenggaraannya, Melki mengatakan masih akan menyesuaikan keadaan kala itu.

“Bisa digelar secara tertutup tanpa penonton. Yang datang hanya player dan crew saja. Tapi, jika aturannya memang lebih longgar, kami akan mengundang penonton dengan prokes juga,” ๐‘˜๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž.

Rangkaian kegiatan kelompok paduan suara beranggotakan 24 anak SD dan 24 anak SMP itu merupakan upaya menjaga semangat dalam berkarya, di samping sebagai pijakan untuk naik level setelah berhasil meraih berbagai kejuaraan virtual pada beberapa tahun lalu. “Ada kegiatan baru, atmosfer baru,” ๐‘˜๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž.

Pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan orang tua. “Kami adaptif pada kondisi setiap orang tua. Juga, terus menanamkan (๐‘†๐‘’๐‘š๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘ก) pada anak-anak bahwa keadaan nanti akan lebih baik,” tuturnya pada rapat koordinasi, Selasa, 04 Oktober 2022.

“Karenanya, kami mempersiapkan diri, agar saat waktunya tiba, kompetisi bisa berlangsung dengan baik. Itu momen kami betul-betul siap unjuk gigi, on stage lagi,”๐‘†๐‘Ž๐‘š๐‘๐‘ข๐‘›๐‘” ๐‘€๐‘’๐‘™๐‘˜๐‘–.

“Anak-anak juga sebenarnya menanti, karena ini (menyanyi) hobi mereka, passion mereka. Mengingat kembali bahwa bergabung di tim ini, mereka harus melalui seleksi ketat. Mereka bersyukur dengan bertanggung jawab dan konsisten melatih kemampuan,” ๐‘‡๐‘ข๐‘ก๐‘ข๐‘๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž.
Ⓟ︎Ⓔ︎Ⓝ︎Ⓤ︎Ⓛ︎Ⓘ︎Ⓢ︎  ๐–ฝ๐–บ๐—‡ Ⓔ︎Ⓓ︎Ⓘ︎Ⓣ︎Ⓞ︎Ⓡ︎ : 
๐”ธ๐•ก๐••๐• ๐•Ÿ ๐•‹๐•’๐•Ÿ๐•–๐•ค๐•š๐•“
Ⓕ︎Ⓞ︎Ⓣ︎Ⓞ︎ : ๐”ผ๐•ง๐•’๐•Ÿ๐••๐•–๐•ฃ ๐•†๐•ซ๐•ง๐•™๐•’๐•๐••๐•  ๐•‹๐•’๐•Ÿ๐•–๐•ค๐•š๐•“
Ⓟ︎Ⓔ︎Ⓛ︎Ⓐ︎Ⓣ︎Ⓘ︎Ⓗ︎  : 
๐•„๐•–๐•๐•œ๐•š๐•’๐•ค ๐•„๐•’๐•Ÿ๐•ฆ๐•๐•–๐•ฆ๐•ค, ๐•Š. โ„™๐••

Selasa, 04 Oktober 2022

Rapat Persiapan PESPERAWI BUPATI CUP-V SD-SMPN 3 Amfoang Barat Laut Satap

PERTEMUAN KEPALA SEKOLAH, GURU dan ORANG TUA SISWA SD-SMPN 3 AMFOANG BARAT LAUT SATAP KABUPATEN KUPANG
Dalam rangka meningkatkan kualitas kegiatan Ekstrakurikuler di SD Inpres Puamnasi dan SMPN 3 Amfoang Barat Laut Satap, maka sekolah mengajak orang tua untuk mendiskusikan Program kegiatan tersebut, baik kegiatan itu dilaksanakan ditingkat sekolah, kecamatan ataupun kabupaten. Kegiatan Pesparawi BUPATI CUP-V yang ditawarkan sekolah sebagai alternatif untuk mengisi kegiatan yang sering dilakukan setiap akhir semester. 

Pertemuan kali ini diadakan pada hari Selasa, 04 Oktober 2022 di ruang kelas VIIB di mulai pukul 09.38 s.d Pk. 11.30. Hasil dari pertemuan ini dapat di informasikan bahwa sebagian orang tua menyetujui tawaran Program yang diajukan oleh sekolah yaitu mengikuti Kegiatan Pesparawi BUPATI CUP-V pada Tanggal 17-19 Oktober 2022 di Gereja Elim Naibonat.

Salah satu tugas orang tua adalah memastikan anak mendapat pendidikan yang baik. Itulah sebabnya, orang tua perlu meluangkan waktu untuk mencari dan memilih sekolah yang tepat bagi perkembangan anak, terutama di awal masa sekolahnya seperti PAUD hingga sekolah dasar. Pasalnya, anak akan menghabiskan sebagian masa kecil dan masa transisinya sebagai remaja di sekolah dasar. Tentunya, orang tua ingin agar anak mendapatkan pengalaman dan pendidikan terbaik di masa itu.

Namun tugas orang tua tidak selesai begitu saja ketika anak masuk sekolah. Orang tua perlu terus memantau pendidikan anak serta mengetahui bagaimana sekolah dapat memfasilitasi kebutuhan siswa selama kegiatan belajar mengajar, kegiatan ekstrakurikuler yang mampu menumbuhkembangkan bakat dan minat siswa. Untuk itu, orang tua perlu menjalin komunikasi yang baik dengan sekolah. Salah satu caranya adalah dengan menghadiri pertemuan orang tua yang rutin diadakan sekolah.

Beberapa manfaat menghadiri pertemuan orang tua murid di sekolah antara lain:

1. MENJALIN KOMUNIKASI YANG BAIK ANTARA GURU, MURID, DAN ORANGTUA.
Guru seringkali disebut sebagai orang tuanya para murid ketika di sekolah. Tentunya sebagai perwakilan orang tua, guru perlu mengenal anak-anaknya dengan baik.

Melalui pertemuan guru dan orang tua murid, guru dapat menyampaikan progres pendidikan anak selama di kelas, bertukar informasi mengenai potensi yang dimiliki dan kesulitan yang dialami anak sehingga lebih mudah bagi orang tua dan anak untuk menemukan solusinya.

2. MEMUDAHKAN MEMANTAU PERKEMBANGAN AKADEMIK ANAK.
Lewat pertemuan orang tua murid dan guru, guru dapat menyampaikan perkembangan akademik anak dengan lebih rinci. Selain menilai dari keaktifan di kelas, guru juga dapat memberikan pengamatan tersendiri dari nilai tugas dan ujian anak, mencari minat dan bakat siswa yang terpendam. Dari hasil penilaian tersebut, orang tua dan guru dapat membicarakan bagaimana rencana selanjutnya mengenai perkembangan anak. Apakah anak perlu mendapat les tambahan, bagaimana orang tua mengarahkan minat dan bakat anak yang perlu di pertahankan, dan lain-lain.

3. MENGENAL KEBIJAKAN SEKOLAH DENGAN LEBIH BAIK
Semua kegiatan anak di sekolah tidak lepas dari aturan-aturan dan kebijakan sekolah. Aturan-aturan tersebut bukan untuk mengekang anak, namun untuk membentuk anak menjadi pribadi yang disiplin dan teratur. Dengan mengenali aturan-aturan yang diterapkan sekolah, orang tua dapat menyelaraskan cara mendidik anak saat di rumah.

4. SALING MENGENAL SESAMA ORANG TUA MURID
Selain membuat orang tua murid dan guru saling mengenal, pertemuan wali murid juga menjadi ajang perkenalan dengan sesama orang tua murid. Dengan menjalin hubungan baik antara sesama wali murid, akan memudahkan para orang tua murid untuk berkoordinasi keperluan sekolah dan saling mendukung perkembangan anak.

Sesama orang tua murid dapat berbagi tips dalam mengasuh anak, berbagi informasi mengenai kegiatan menarik yang dapat diikuti anak di luar sekolahan, dan berbagi informasi menarik lainnya yang mungkin tidak diberikan di sekolah.

Pertemuan ini disambut baik oleh para Orang tua siswa dengan dukungan spontan dari orang orang tua berupa persiapan mental anak, pakaian, dan konsumsi anak-anak selama mengikuti kegiatan di Oelamasi.
Jalinan kasih Kepala Sekolah, Guru, dan Orang Tua tetap terjaga.

Penulis & Editor : Apdon Tanesib, S. Pd

Senin, 03 Oktober 2022

Peran Guru Pedalaman Amfoang sebagai Tokoh Inspiratif bagi Peserta Didik.

Jadilah Tokoh Inspiratif bagi Anak Bangsa di Daerah Pedalaman Indonesia Timur

Amfoang - Mentari bergerak meninggi. Cahayanya terasa semakin terik. Namun, semangat para guru dan pelajar SMPN 3 Amfoang Barat Laut dan SD Inpres Puamnasi, tidaklah surut.
Upacara Bendera Setiap hari Senin selalu dilakukan dengan rutin, dengan beberapa alasan yang mendasar yaitu 3 Pola Pikir yang di miliki setiap orang. Kegiatan Upacara yang dilakukan sering diingatkan untuk seorang guru menjadi Tokoh Inspiratif bagi Anak Sekolah. Dorongan dan motivasi yang selalu diberikan akhirnya tak kunjung surut namun dapat menghasilkan guru-guru yang profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Berikut ketiga pola pikir yang dimaksud akan diuraikan juga dalam tulisan ini yaitu :
PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.

Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita.
Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya.

Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh *Pikiran Kecil*, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan.

Tetapi bila *Pikiran Besar* yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.

PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,
PIKIRAN SEDANG senang mnggunakan kata: “ADA APA”, 
PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA & BAGAIMANA”.

Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah Mangga dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.

PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan: “SIAPA YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH MANGGA?”

PIKIRAN SEDANG akan bertanya: “APAKAH SEKARANG SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH MANGGA?”

Sedangkan Si PIKIRAN BESAR akan bertanya : “MENGAPA BUAH MANGGA ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”

Dan....pikiran yang terakhir itulah yang konon menginspirasi kita untuk mengerti, menemukan dan ingin memahami apa itu gaya gravitasi!

Jarang ada prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil. Ada pula IMAJINASI itupun pasti angan-angan BESAR.

Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.

Si PIKIRAN KECIL biasanya senang “melahap” TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH, serta hiburan lainnya berupa Facebook, Instagram, Telegram, Line, Tik-Tok, SnacVidio, dll.

Si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA.

Si PIKIRAN BESAR memilih BUKU yang membangkitkan INSPIRASI dan berusaha untuk mewujudkannya.

Semoga pikiran-pikiran kita didominasi oleh Pikiran Besar, terutama kita sebagai Guru untuk menjadi tokoh inspiratif yang handal dan yang diharapkan.

Salam Pendidikan, Semoga terinspirasi ๐Ÿ™✍️

Penulis & Editor : Apdon Tanesib, S. Pd

Menutup Bekas Lupa (Konselor Pribadi) Apdon Tanesib, S. Pd

Menutup Bekas LUKA
Semua luka di dalam jiwa kita berbekas, selalu ada "sisa". Terluka itu seperti ada seseorang menusuk hati kita dengan paku. Saat rekan yang melukai meminta maaf, itu baru proses mencabut paku. Tapi selalu ada sisa berupa lobang bekas "paku" tadi. 

Nah, jika bekas lubang itu tidak ditutup dengan baik, maka sisa itu masih sangat terasa. Kalau yang bersangkutan tidak minta maaf, maka lukanya jauh lebih dalam dan sakit. Tapi kalau ada rekonsiliasi, sisa itu bisa dinikmati.

Teman, luka kekecewaan karena penghianatan, luka kemarahan karena penghinaan, atau luka kesedihan karena kehilangan sesuatu yang berharga pasti selalu akan ada sisa. Sisa itu bisa berpengaruh buruk, tapi bisa juga tidak. Sebagian orang ternyata sanggup memaafkan dan menikmati kenangan bekas luka tadi.

Kenangan pahit atas pengalaman buruk memang tidak mudah hilang. Meski tak jarang si pemilik luka itu kadang berpura-pura sudah sembuh. Tapi jika dia bertemu kembali dengan memori atau orangnya secara langsung, luka itu bisa mendadak kambuh.

Hati manusia yang berdosa memang rentan terluka. Apalagi masa kanak-kanak kita besar tanpa kasih sayang dan kekerasan. Gelas cinta kita kecil dan bocor, membuat kita rentan untuk dilukai. Mudah tersinggung, kecewa atau marah. Kita tumbuh menjadi pribadi yang tidak dewasa dan cenderung egois. Situasi inilah yang menambah luka itu mudah kambuh, dan terasa sakit kembali. Bahkan hanya karena faktor pencetus yang biasa.

Karena itu kita perlu berlatih menutup bekas lubang luka tadi. Kalau orang yang menyakiti kita tidak mau minta maaf atau tidak mampu mengubah diri, kita sendiri memulihkannya. Toh itu hati kita sendiri. Hidup kita sendiri. Jangan sampai kita terganggu hanya karena menunggu maaf dari orang tersebut. Jangan kita tersiksa karena terus berharap orang itu berubah. 

Jadilah dewasa, ambil tanggungjawab atas lukamu sendiri. Kita tinggal dengan orang berdosa, yang kapan saja bisa melukai kita. Sebaiknya kita mencegah sebelum kita dilukai. Kalau sudah kadang terluka, kita memutuskan memaafkan, meski orang tersebut tidak minta maaf. Sebab cinta kreatif atau agape memampukan kita untuk memaafkan mereka yang tidak tahu apa yang dia sudah perbuat.

Tapi kalau kita sengaja menyimpan luka, memelihara kemarahan itu maka luka itu tidak akan pernah sembuh. Malah, "sisa nanah" dari bekas luka itu bisa menyemprot ke sana kemari, kena pada orang yang tidak bersalah. Ahh, malangnya kamu yang senang menyimpan kemarahan. Para pendendam tidak akan pernah tinggal diam dengan tenang. Dia dihukum oleh keputusannya sendiri, menyimpan luka yang berubah menjadi kepahitan.

Memaafkan artinya, ingat tapi sudah tidak sakit. Ya, jika saudara memutuskan untuk memaafkan maka saudara mampu menikmati bekas luka tadi. Berani menelusuri kisah anda terluka. Mengambil hikmah dari pengalaman itu. 

Akhirnya dengan bekas luka tadi anda berani mendampingi mereka yang terluka. Sebagai konselor Kita lebih cakap berempati karena pernah merasakan luka yang sama. Jadi tak ada luka yang sia-sia. Itu menjadi investasi menggugah rasa empati bagi sesama.

Makin dalam luka, makin besar daya pengampunan yang dibutuhkan. Kadang kita tak mampu sendiri menjalani luka jiwa yang sangat dalam. Juga butuh proses waktu yang tidak pendek.

Yang penting belajarlah untuk berbagi. Belajar terbuka, karena kita butuh saluran emosi lewat curhat. Berbagi perasaan kemarahan kita. Rela ditolong oleh konselor atau sahabat yang jauh lebih dewasa. Sebab kita butuh respon curhat tadi dari orang yang emosinya matang. 

Kita butuh sahabat yang Menemani kita saat menjalani bekas luka tadi, sampai kita menang dan bebas saat mampu memaafkan.

Salam Kompak untuk kita semua ✍️✍️✍️
Penulis & Editor : Apdon Tanesib, S. Pd

Dari Bumi Pertiwi

Dari Bumi Pertiwi Karya : Alinda A. Nopu (Alumni SMPN 3 Amfoang Barat Laut Satap) 10112024 Di pelosok negeri, jauh dari hiruk pikuk kota Ter...