Senin, 11 Maret 2024

Lakukanlah Kehendak Tuhan

Matius 7 : 21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
TIDAK SEMUA ORANG yang menyebut nama Tuhan dan masuk dalam GEREJA akan masuk ke dalam SORGA, sebab banyak yang dipanggil tetapi SEDIKIT YANG DIPILIH, banyak orang yang hanya mengikuti acara ibadah tetapi HIDUPNYA TIDAK BERUBAH dan banyak orang yang aktif melayani tetapi TIDAK BERKARAKTER ILAHI.
KETAHUILAH bahwa seseorang yang masuk gereja TIDAK MEMBUATNYA secara otomatis masuk Sorga, sebab Sorga bukan disediakan bagi orang yang masuk dalam gereja tetapi hanya bagi orang yang PERCAYA kepada Yesus. Percaya artinya MEMPERCAYAKAN diri sepenuhnya kepada Tuhan, lalu seluruh hidupnya DIABDIKAN melakukan kehendak Tuhan atau dipersembahkan hanya bagi Tuhan. 

BENAR bahwa setiap orang percaya harus datang beribadah kepada Tuhan melalui TEMPAT IBADAH, entahkah gereja, rumah, ruko, mall, hotel atau tempat apapun yang dipakai tetapi GEDUNG GEREJA atau organisasi gereja sama sekali TIDAK MENYELAMATKAN manusia, melainkan hanya Tuhan Yesus, sebab Dia-lah Tuhan dan Juruselamat, Penebus dosa manusia. 

KEBENARAN ini harus kita akui bahwa MASUK ke dalam gereja, rutin beribadah di sana bahkan sekalipun aktif melayani dan bekerja di sana BUKANLAH LEGALITAS atau METERAI bahwa orang tersebut telah diselamatkan, sehingga jangan merasa sudah puas seolah tidak ada lagi masalah. 

SORGA bukanlah sebuah tempat MURAHAN bagi orang² yang hidup sembarangan, tanpa aturan, tanpa disiplin, tanpa etika dan moral, tanpa pertobatan dan kekudusan, sekalipun mereka sangat sibuk dalam pelayanan, mengikuti kegiatan rohani dan memberi banyak persembahan uang, sebab Tuhan TIDAK BISA DIPERMAINKAN oleh siapapun.

Ketika kita sedang berada dalam gereja, semua nampak SANGAT ROHANI, penampilan kita menawan, tegur sapa kita indah, sambutannya lembut, intonasi kalimat sangat merdu, dan semua diatur sedemikian rupa tetapi ketika kita sudah keluar dari gereja, maka NAMPAKLAH KARAKTER ASLINYA dan terkadang sangat menyedihkan dan memalukan. 

Sadar atau tidak, diakui atau tidak bahwa ternyata kita siapa masih PAKAI TOPENG, walau tubuh kita berada di gereja tetapi tubuh kita bukan dijadikan sebagai Bait Allah yang kudus, walau mulut kita menyebut nama Tuhan dan memuji Tuhan namun HATI kita tak punya RELASI dengan Tuhan, walau kita sibuk mengikuti acara ibadah ternyata kita masih AGAMAWI dan belum menunjukkan seorang yang hidup ber-Tuhan. 

"KUDUSLAH kamu sebab AKU KUDUS..." itu artinya bahwa standar hidup berkenan bagi Allah dan untuk diselamatkan nilainya sangat mahal, kualitas etika dan moralnya sangat unggul, tinggi, berkelas dan TIDAK MURAHAN.

TANPA KEKUDUSAN, tidak seorang pun yang akan melihat Tuhan. Itu mutlak, harga mati dan TIDAK BISA DITAWAR. Betapa malangnya hidup ini, jika setelah mati TIDAK BERJUMPA dengan Tuhan, itulah kehidupan yang SANGAT TRAGIS, padahal waktu masih hidup, kita rajin masuk gereja, rutin mengikuti segudang kegiatan rohani dan sangat sibuk melayani. 

SEKALIPUN Tuhan sangat MENGASIHI orang berdosa bukan berarti tanpa standar hidup yang berkenan, itu sebabnya bahwa orang² yang diselamatkan adalah orang² PILIHAN yang hidupnya telah diubah, dibentuk, diproses dan DIMURNIKAN. Semua itu dikerjakan oleh Roh Kudus bagi orang yang mengasihi Tuhan. 

TUHAN TIDAK BISA DISUAP dengan nyanyian dan pujianmu sekalipun nonstop 24 jam, dengan sejumlah persembahan uangmu sekalipun 100% diberikan, dengan kegiatan pelayananmu sekalipun setiap hari dan tinggal dalam gereja, sebab Tuhan BUKAN MATA DUITAN yang hanya mencari kegiatan rohani, persembahan MATERI dan KESUKSESAN JASMANI. 

SESUNGGUHNYA bahwa Tuhan yang kita sembah bukanlah sama seperti manusia yang berlaku sebagai BOS yang lebih mengutamakan PRESTASI dan KEBERHASILAN, keuntungan dan kenyamanan, nyanyian dan PERSEMBAHAN UANG tetapi Tuhan yang kita sembah adalah dipanggil sebagai BAPA, yang lebih mengutamakan pertobatan dan pertumbuhan, ketaatan dan pengorbanan, pengabdian dan kemurnian, RELASI dan KEKUDUSAN.

Jumat, 16 Februari 2024

Ketua KPPS TPS 003 Desa Saukibe menjaga Integritas Pemilu 2024 (Aprianus Bokuam)

Ketua KPPS TPS 003 Desa Saukibe menjaga Integritas Pemilu 2024 (Aprianus Bokuam)
Naisano- Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) 003 Saukibe Tengah melakukan Penyerahan Hasil Pemungutan Suara Kepada Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Saukibe Kabupaten Kupang. Kamis (15/02), di TPS 003.

Ketua bersama seluruh anggota KPPS TPS 003 secara langsung menyerahkan hasil pemungutan suara tersebut.

Lebih lanjut, penyerahan tersebut diterima langsung oleh Ketua PPS Desa Saukibe yang kemudian melakukan penandatanganan Serah terima Hasil Pemungutan Suara di TPS 003 Desa Saukibe.

Kegiatan Penyerahan Hasil Pemungutan Suara ini disaksikan langsung oleh anggota TNI/Polri sekaligus bertindak sebagai pengamanan kegiatan serta Pengawas TPS 003.

Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024 di Desa Saukibe berjalan dengan baik dan kondusif, sesuai data yang ada sebanyak 158 Orang menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos pada pemilu 2024 pada hari pelaksanaan Rabu (14/02).

Secara keseluruhan total Daftar Pemilih Tetap sebanyak 219 orang, namun sebagian warga lainnya belum bisa ikut mencoblos karena belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan juga ada yang tidak dapat ditemui saat pembagian C-Pemberitahuan dengan alasan ada di Tanah Rantau. lebih rinci Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 156 orang, Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sebanyak 2 orang.

Kepala Desa Saukibe, Metusalak Bokuam yang turut hadir mengawasi proses penyerahan suara tersebut mengaku lega pelaksanaan Pemilu berjalan dengan baik sekaligus berterimakasih kepada semua pihak atas kerjasamanya.

"Syukur, seluruh rangkaian kegiatan Pemilu kali ini berjalan dengan baik hingga penyerahan suara telah diserah terimakan, saya juga berterimakasih kepada semuanya yang turut mensukseskan pemilu dan menjaga keamanan di Desa Saukibe," ujar Anu Bokuam menutup kegiatan.

Jumat, 09 Februari 2024

Cerita-Ku (My Story')

Ceritaku (My Story')
Apdon Tanesib, S. Pd
(Ketua Kelompok Bahasa Indonesia)
Suka:( ๊ˆแด—๊ˆ)

“Selama mengikuti kegiatan PPG DALJAB 2023, banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Salah satu di antaranya ialah penerapan ilmu dan teknologi. Jujur saya jarang menggunakan aplikasi zoom meeting ataupun sejenisnya untuk melakukan pembelajaran tatap maya karena seyogianya di sekolah saya juga tidak pernah menerapkan pembelajaran daring, murni luring. Selain itu, ada juga suka lain yang saya rasakan selama 3 bulan mengikuti kegiatan PPG ini. Saya mendapat banyak teman baru yang sangat peduli dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. Walaupun hanya secara virtual, kekompakan kami tidak kalah dengan teman satu sekolah yang selalu bertemu setiap hari.”Salam Hangatku untuk Peserta PPG Daljab Angkatan III Tahun 2023 LPTK UNDANA Khusunya Kelas Bahasa Indonesia.

Duka༼;´༎ຶ ۝ ༎ຶ༽

“Dalam menyelesaikan tugas-tugas PPG diperlukan banyak waktu dan pikiran sehingga menyita waktu istirahat dan waktu bersama keluarga. Banyak tugas yang harus selesai dalam waktu satu hari, sehingga terkadang membuat saya tidur sampai pukul 12 malam, bahkan pernah sampai tidak tidur (mungkin terlalu menginginkan yang terbaik, jadinya lebe do, kata anak Kupang)

Kemudian, hasil tidak sesuai dengan ekspektasi, kalimat yang tepat ketika saya mengerjakan tugas dengan benar, bahkan terlalu pede akan mendapatkan nilai baik ternyata hanya mendapatkan nilai kurang๐Ÿ˜€๐Ÿคญ. Namun, bersama teman virtual saya, mereka selalu membantu menyelesaikan masalah yang sulit dan juga memberi motivasi dan dukungan di saat semangat hampir melemah.

Harapan♥╣[-_-]╠♥

Harapan saya semoga persahabatan ini akan tetap terjalin erat sampai kapanpun dan semoga kami dapat dipertemukan di suatu momen bahagia. Pengalaman ini merupakan pengalaman pertama, dan kalau boleh minta, ini hanya sekali saja. Karena kami tidak mau bertemu dengan PPG yang ke-2 kalinya๐Ÿ˜€๐Ÿคญ. Semoga mahasiswa PPG DALJAB Angkatan 3 Prodi Bahasa Indonesia LPTK UNDANA khususnya, lulus 100% Amin๐Ÿคฒ”

Soulmate PPG Kelompok 2
1. Apdon Tanesib
2. Nesry Oematan
3. Thobias Tampani
4. Yohana Seran
5. Alfridus Sanit
6. Blandina Letuna
7. Mesak Neno
8. Veny Atimeta
9. Dorce Kase
(●’3)♡(ฮต`●)

Selasa, 26 Desember 2023

Pendekatan yang Efektif dan Sederhana untuk Menjelaskan pada Mereka.

Pelayanan Anak dan Remaja, Melaksanakan Natal bersama di Gereja Betel Saukibe. Selasa, 26 Desember 2023.

Bagi kebanyakan anak-anak, Natal adalah sebuah perayaan yang dilengkapi dengan pohon natal yang indah, lampu berkilau, Sinterklaas, kado, kue, dan dekorasi lainnya. Padahal sejatinya, Natal adalah waktu di mana kita merayakan kelahiran Yesus Kristus, Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan dunia. Untuk itu anak-anak perlu diajarkan makna Natal yang sejati sejak kecil karena pengenalan pada nilai-nilai Natal memiliki dampak positif yang mendalam pada perkembangan mereka.
Dengan mengajarkan makna Natal, ternyata membuat anak-anak dapat lebih memahami nilai-nilai moral seperti kasih sayang, kebaikan, juga pengorbanan. Natal juga bisa dijadikan sebagai waktu kebersamaan keluarga yang berkualitas. Dengan mengajarkan makna Natal, anak-anak dapat merasakan betapa pentingnya kebersamaan dan dukungan keluarga dalam kehidupan mereka. Namun, bagi orang tua, memberikan pengertian tentang makna Natal pada anak-anak ternyata bisa menjadi tantangan tersendiri nih.
Orang tua sering menghadapi kesulitan dalam menjelaskan makna sejati Natal kepada anak-anak. Terutama ketika banyak distraksi dan konsep yang mungkin sulit dipahami oleh anak-anak. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang efektif dan sederhana untuk menjelaskan pada mereka.

Selamat merenungkan makna Natal bersama keluarga Besar Anak-anak PAR Jemaat Betel Saukibe ๐Ÿ™๐Ÿ™

Rabu, 06 Desember 2023

PENGALAMAN MENGIKUTI PPG DALAM JABATAN ANGKATAN III TAHUN 2023

Saya Apdon Tanesib, Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Angkatan III Tahun 2023. Saya bertugas di salah satu sekolah yang ada di pedalaman Kabupaten Kupang yaitu SMPN 3 Amfoang Barat Laut Satap sebagai Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Saya menjadi Guru sudah 10 Tahun lamannya. Tapi baru Tahun 2023 saya dipanggil untuk mengikuti Program Profesi Guru (PPG dalam Jabatan) Angkatan III Tahun 2023 secara Full Daring. Yang sebelumnya melewati rangkaian Ujian Pretes Akademik PPG Melalui SIMPKB”.
Berawal dari mengikuti Ujian Kompetensi Guru pada Tahun 2015 dan diikuti Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan Pada Bulan Juli 2023. Saya terpanggil dan mengikuti tes ujian tersebut dengan bersama rekan-rekan guru lainnya pada saat itu. Setelah mengikuti tes ujian secara online, menunggu hasil dan pengumuman untuk mendapatkan nilai dan bisa terdaftar untuk mengikuti yang namanya Program Profesi Guru.
Sertifikasi Bagi Guru merupakan salah satu yang dinanti-nanti oleh setiap Guru, karena dengan sertifikat tersebut maka Guru yang telah dinyatakan lulus dan ada mendapatkan sertifikat maka dia tersebut sudah memiliki modal menjadi Guru yang Profesional dan memiliki Tambahan Penghasilan yang Layak dari Pemerintah. “Tapi mendapatkan semua itu tidak mudah, bayangkan dari pengalaman saya sendiri merasakan ada sedikit merasa kurang, dimana teman-teman lainya baik yang sudah lama menjadi Guru dan baru diangkat Guru tapi sudah mendapatkan sertifikat Pendidik yang disandang teman-teman tersebut.
“Semangat dan motivasi itu ada dalam diri saya untuk bisa mendapatkan apa yang ingin dicita-citakan untuk dilalui dengan Proses dan kesabaran untuk mencapainya dengan penuh keyakinan”.
“Saya dan teman-teman dari berbagai daerah mengikuti belajar bersama dosen dan pamong pengajar dengan mengerjakan tugas-tugas di LMS dengan online dari pagi hingga malam“, tak pernah mengenal kata lelah.
PPG tahun 2023 ini sungguh sangat menguras tenaga dan pikiran. Karena kami semua mahasiswa PPG daljab yang mengikuti belajar daring, tentunya menyiapkan alat-alat seperti laptop, hp dan komputer yang memadai. Selain itu jaringan wifi dan jaringan data (pulsa) wajib ada dan tidak putus. Pengalaman mengikuti zoom online bersama dosen paginya dan siangnya hingga pukul 17.00. masih ada teman-teman yang mencari jaringan terlebih dahulu untuk bisa mengikuti zoom meeting bersama-sama dengan arahan dosen untuk mengerjakan tugas-tugas yang dikerjakan dan di upload pada LMS masing-masing mahasiswa pada saat ini.
Ada yang telah duduk seharian di tempat Pekuburan Umum, ada yang rela berada dipanas teriknya matahari (Dalam kebun), ada yang setiap hari harus berada dirumah keluarganya, ada juga yang harus rela pergi ke gunung untuk mencari jaringan yang mendukung kegiatan Perkuliahan PPG. Suka duka yang dilalui sangatlah sulit untuk dijelaskan, namun kami juga harus menjadikan semua itu terasa nikmat dan bahagia.
Waktu juga menentukan, karena apabila terlambat maka Tugas/nilai didapat bukan hanya dari dosen tapi sudah terprogram dan terpindai dari LMS yang ada masing-masing mahasiswa. Jadi waktu menentukan untuk mendapatkan nilai yang maksimal dan baik.
Waktu berputar dengan cepatnya. Tugas pun berderet mengantri untuk segera diselesaikan. Namun itu menjadikan semangat Bagi kami untuk langsung menyelesaikannya. Sebisa mungkin kami selesaikan semua tugas tepat waktu. Menunda tugas, akan menjadikan kami susah sendiri karena akan ada tugas lain yang menyusul dan pada akhirnya menumpuk. Kami terus belajar untuk menjalani segala takdir hidup kami dengan bahagia. Belajar bangkit dari segala kesalahan yang pernah dilakukan.
Terima Kasih Bapak/Ibu Dosen yang telah membimbing kami, Bapak/Ibu Guru Pamong yang selalu menemani kami dan Juga Bapak Admin yang selalu memberikan kekuatan, motivasi dan juga Informasi penting lainnya terkait tugas kami hingga kami ada pada tahap Ujian Komprehensif dengan suasana tetap bahagia dan terus merasakan sukacita, dan juga Bapak/Ibu Penguji Ujian Komprehensif yang telah kami lewati hari ini (Senin, 04-05 Desember 2023).
Segala yang terbaik telah diberikan dan besar harapan kami, untuk terus membimbing kami untuk hadapi tugas dan tanggung jawab kami sebagai pendidik dengan penuh keyakinan dan harapan akan hadirnya takdir baik dari-Nya untuk kami. Berusaha menjadi pendidik sekaligus menjadi Bapak/ibu yang bisa membantu generasi penerus bangsa disaat mereka kesulitan dalam memahami setiap tahapan Pembelajaran.
Salam Literasi dan salam se-Profesi dari Kami Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Angkatan III Tahun 2023 Kelas Bahasa Indonesia✍️๐Ÿ“๐Ÿ“š
LPTK Universitas Nusa Cendana๐Ÿ‘†๐ŸŒน๐Ÿค๐Ÿ™

Selasa, 28 November 2023

Perjuangan Seorang Guru Honorer di Pedalaman Amfoang.

Guru adalah peran yang penting dalam proses pendidikan, guru juga mempunyai perjuangan yang besar agar menjadi seorang guru. guru harus mampu menjadi contoh yang baik, yang profesional, menunjukkan ilmu yang baik kepada peserta didik dari segi spiritual maupun moral. dan itu sangat membutuhkan perjuangan dan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa memulai itu semua, banyak yang menjadi guru, tapi banyak pula guru yang tidak profesional, bisa kita lihat di era zaman sekarang.

Ketika guru mengajar ada salah satu peserta didik nya yang nakal, ketika di cubit saja, peserta didik ini tidak terima dan melaporkannya kepada orang tua, yang terjadi orang tua juga tidak terima dan guru tersebut malah di datangi dan di cerca dengan begitu banyak kata hinaan. Kami hanyalah seorang Guru Honorer Sekolah namun memiliki niat yang tulus untuk mendidik dan menasehati anak bangsa untuk jadi yang lebih baik. Bahkan peraturan sekolah selalu disampaikan kepada orang tua setiap kali mengadakan rapat dan juga awal masuk sekolah sudah diberi tahu apabila ada peraturan yang harus di taati.

Ketika peserta didik tersebut melanggar otomatis itu sudah tanggung jawab sekolah untuk menanganinya, inilah seorang perjuangan guru, niat nya agar peserta didik tersebut berubah menjadi lebih baik, tapi akhirnya malah di laporkan, di cerca hinaan, bahkan di ancam begitu rupa. hal ini sebenanya tidak dibenarkan karena seperti tindakan kriminal, tetapi melihat situasi yang ada.

Apabila peserta didik tersebut sudah keterlaluan mau tidak mau harus diberi arahan dan masukan, perjuangan guru untuk mendidik peserta didik itu sangatlah berat, karena guru mampu untuk mengerti dan memahami peserta didik semua yang ada di kelas, tentu kelas tersebut mempunyai pemikiran yang berbeda, tetapi itulah perjuangan guru, harus dan wajib berproses di dalamnya.

Guru adalah seorang yang tangguh dikala guru awal mengajar pasti ada peserta didik yang tidak suka, yang celotehan, banyak yang mengobrol sendiri, ini adalah salah satu perjuangan guru yang harus diterima dengan ikhlas, menjadi guru itu tidak mudah, ketika kita melakukan hal yang jelek pasti akan di tiru.

Apabila kita mengajarkan yang salah, pasti akan banyak terjadi kesalahpahaman antara murid dan guru, perjuangan sangat berat, semula harus kuliah menuntut ilmu 3,5-4 tahun, setelah itu bekerja, dan walaupun hanya bekerja menjadi guru honorer sekolah namun harus memenuhi banyak syarat, ketika sudah masuk kelas harus mengkondusifkan kelas dan peserta didik, banyak rintangan yang dilalui oleh seorang guru.

Menjadi guru adalah profesi yang mulia, maka banggalah menjadi guru, karena kita bisa mengamalkan apa yang sudah kita kerjakan dan memperoleh ketika kita menempuh kuliah tersebut, bangga menjadi guru, tanpa guru kita tidak bisa apa-apa, wujudkanlah cita-citamu dengan kerja keras dan kerja ikhlas, cita-citamu, masa depanmu sangat mulia jika menjadi guru walau itu hanya sebatas Guru Honorer.
Wahai Pemangku Kebijakan, dengarkanlah rintihan anak bangsa di Pelosok Negeri Indonesia Timur.

Salam Pendidikan dari Kami Anak Setapak Batas "Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara, Amfoang Timur).
Dari Jejak perjuangan kami Guru Honorer menunjukkan Wajah Negeri tercinta di batas Indonesia Timur. INDONESIA ๐Ÿ™

Peran Guru Perbatasan Indonesia Timur dalam Menghadapi Era Digitalisasi.

Dipungkiri atau tidak saat ini arus globalisasi semakin meluas, perkembangan teknologi pun kian canggih, dunia kini memasuki era revolusi 4.0 yang menekankan pada pola digital economy, artificial inteligen, big data, robotic dan sebagainya dimana telah sedikit banyak memangkas tenaga-tenaga manusia dan menggantinya dengan mesin atau perangkat yang canggih atau kita kenal dengan fenomena disruptive innovation.

Perkembangan teknologi dan informasi memengaruhi aktivitas sekolah dengan sangat masif (utuh dan padat). Berbagai informasi dan pengetahuan dapat diakses dengan mudah bagi siapa saja yang membutuhkannya. Pendidikan mengalami disrupsi (hal tercabut dari akarnya) yang sangat hebat sehingga peran guru yang selama ini sebagai satu-satunya penyedia ilmu pengetahuan sedikit bergeser menjauh. Di masa yang akan datang, peran dan kehadiran guru di ruang kelas akan semakin menantang dan membutuhkan kreativitas dan inovasi yang sangat tinggi. Bisa kita lihat pada saat ini banyak sekolah yang dipandang kurang bergerak cepat atau istilahnya "ketinggalan zaman". Informasi jarang diupdate dan dibiarkan "basi" begitu saja, kondisi ini dipicu oleh keterbatasan penguasaan teknologi, lambatnya penyebaran informasi dan pengembangan infrastruktur yang tidak mendukung. Kondisi ini pun diperburuk dengan tingkat kompetensi guru dalam memahami dan menerjemahkan kurikulum dalam pembelajaran di ruang kelas. Fenomena tersebut memicu para guru di era revolusi 4.0 dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks terutama fenomena kekinian.

Fenomena kekinian tersebut ditopang oleh kehadiran generasi millenial yang lebih populer yang bisa kita sebut "kids zaman now" dimana para siswa sekarang tidak suka berlama-lama duduk di ruang kelas hanya sekedar mendengarkan guru ceramah namun mereka adalah generasi multitasking yang bisa mengerjakan banyak hal secara bersamaan, belajar sambil upload foto di media sosial misalnya.

Kegiatan pembelajaran monoton di kelas juga menjadi musuh utama gairah belajar siswa karna hal tersebut dinilai membosankan, pembelajaran di kelas sudah sepatutnya tidak lagi directive dimana guru memiliki peran authoritative dalam mengajarkan pengetahuan kepada siswa. Dengan demikian itu menjadi salah satu tantangan kita sebagai tenaga profesi pendidik/guru untuk mampu merangsang kecakapan abad 21 (kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif) dalam pembelajaran dan pemecahan masalah dalam kehidupan nyata, serta guru harus bisa mendorong fleksibilitas belajar siswa diluar kelas melalui bantuan platform pendidikan online atau memanfaatkan media sosial yang tersedia.

Perubahan era ini tidak dapat dihindari oleh siapapun sehingga dibutuhkan persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mewadahi agar siap menyesuaikan dan mampu bersaing dalam skala global tak terkecuali peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik. Peningkatan kualitas SDM melalui jalur pendidikan formal mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi adalah kunci untuk mampu mengikuti perkembangan era revolusi 4.0

Keberhasilan Indonesia untuk menghadapi Era Revolusi 4.0 turut ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik seperti dosen, guru maupun tenaga pendidik lainnya. Sebagai seorang tenaga profesi pendidik kita juga harus bisa menyesuaikan dengan era revolusi 4.0 ini yang serba futuristic, challenge yang dihadapi bukan hanya bagaimana si pendidik bisa beradaptasi dengan fasilitas teknologi dan capable dalam penggunaan teknologinya, melainkan si pendidik harus tau bagaimana cara membaca perubahan era yang dipengaruhi oleh teknologi.

Perubahan di era revolusi 4.0 ini pun berkembang sangat cepat, maka dari itu tantangan kita sebagai tenaga profesi pendidik tidak boleh tertinggal dan harus selalu up to date dengan perubahan dan segera berbenah diri untuk menghadapi perubahan. Perubahan itu pun bisa datang dari berbagai arah dan bisa mencakup segala bidang, sebagai contoh dalam hal psikologi siswa dan evaluasi pembelajaran dimana jika guru masih mengandalkan teknik old-school maka pendidik tersebut akan sangat lambat dalam mencapai goals dalam membenahi psikologi siswa dan melakukan evaluasi pembelajaran. Untuk itu, tantangan profesi pendidik yang harus dilewati yaitu guru perlu memberikan sentuhan psikologis dan akademis, guru diharapkan memainkan peran sentralnya dalam memfasilitasi dan memantik api belajar para siswanya. Fasilitasi pembelajaran ini memiliki peran sentral terhadap keberhasilan belajar siswa. Guru harus lebih menyesuaikan teknik mengajar dengan era revolusi 4.0 saat ini agar menyesuaikan dengan kebutuhan pendidikan saat ini dan dimasa yang akan datang.

Salam Pendidikan ๐Ÿ™
Jadilah "The Man of Change's" pada unit SMPN 3 Amfoang Barat Laut Satap ✍️✍️✍️
Teriring salam dan Doa dari Guru Perbatasan Indonesia Timur.

Penulis dan Editor : Apdon Tanesib, S. Pd

Dari Bumi Pertiwi

Dari Bumi Pertiwi Karya : Alinda A. Nopu (Alumni SMPN 3 Amfoang Barat Laut Satap) 10112024 Di pelosok negeri, jauh dari hiruk pikuk kota Ter...